Sumut Info – Medan. Pergeseran dinamika atmosfer kembali menjadi sorotan setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis pembaruan mengenai kondisi Ex-Siklon Tropis SENYAR. Sebuah sistem cuaca yang sebelumnya berkembang sebagai Siklon Tropis SENYAR namun kini memasuki fase pelemahan. Walaupun telah menurun intensitasnya, sistem ini masih memberikan dampak signifikan terhadap cuaca. Terkhusus di kawasan Sumatera Utara, Selat Malaka, hingga jalur atmosfer menuju Laut Cina Selatan.
Menurut analisis TCWC BMKG Jakarta per tanggal 27 November 2025 pukul 19.00 WIB, pusat Ex-Siklon Tropis SENYAR saat ini berada di sekitar Selat Malaka bagian timur Sumatera Utara. Sistem tersebut membawa sisa energi berupa angin dengan kecepatan maksimum mencapai 25 knot atau sekitar 46 km/jam. Serta tekanan udara terendah yang tercatat berada pada angka 1005 hPa. Meskipun begitu, perubahan intensitas yang terjadi sejak pemisahannya dari tahap siklon aktif membuat sistem ini tidak lagi berada pada kategori berbahaya seperti sebelumnya.
Pelemahan yang Terus Terjadi, Namun Masih Perlu Diwaspadai
Dalam pandangan para ahli meteorologi, fase post-tropical seperti ini justru menjadi salah satu tahap yang layak diamati. Karena perubahan karakteristik angin dan arah gerak dapat mempengaruhi pola hujan di beberapa wilayah. BMKG menyebut bahwa dalam 24 jam ke depan, Ex-Siklon Tropis SENYAR diperkirakan terus melemah seiring pergerakannya memasuki wilayah daratan Malaysia bagian barat. Kendati melemah, angin maksimum yang ditimbulkan diperkirakan tetap berada pada kisaran 20 hingga 25 knot. Sementara sistemnya bergerak perlahan ke arah timur–timur laut, menuju perairan Laut Cina Selatan.
Dalam periode 48 hingga 72 jam berikutnya, BMKG memperkirakan kecepatan angin yang mengelilingi sistem eks-siklon ini cenderung stabil. Meskipun terdapat potensi peningkatan secara perlahan ketika sistem memasuki wilayah laut yang lebih hangat dan terbuka. Meski begitu, kemungkinan SENYAR untuk kembali menguat menjadi siklon tropis dinilai sangat rendah karena kondisi atmosfer saat ini tidak lagi mendukung pembentukan inti siklon yang kuat.
Dampak pada Cuaca Wilayah Sumatra Utara dan Sekitarnya
Kendati sudah melemah, pengaruh Ex-Siklon Tropis SENYAR masih terasa di sejumlah wilayah. Daerah-daerah seperti Medan, Deli Serdang, Langkat, dan sebagian pesisir timur Sumatera Utara mengalami peningkatan curah hujan dalam dua hari terakhir. Fenomena itu dipicu oleh aliran massa udara lembap yang tersedot ke dalam sistem eks-siklon, menyebabkan terbentuknya awan-awan konvektif yang menghasilkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Beberapa kawasan permukiman dilaporkan sempat tergenang akibat intensitas hujan yang meningkat secara mendadak. Aktivitas nelayan di sekitar Selat Malaka juga ikut terpengaruh, mengingat gelombang laut yang dipicu angin sisa-sisa eks-siklon cenderung lebih tinggi dari biasanya. BMKG memberikan imbauan kepada seluruh pengguna transportasi laut. Terutama kapal nelayan dan kapal kecil, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memeriksa pembaruan cuaca secara berkala.
Pakar klimatologi dari sejumlah lembaga riset menekankan bahwa keberadaan Ex-Siklon Tropis SENYAR merupakan salah satu contoh nyata tentang pentingnya memahami dinamika tropis. Terutama yang sering melintas di kawasan Indonesia. Meski tidak berdampak langsung seperti siklon kuat di Samudra Pasifik atau Bay of Bengal, sistem eks-siklon semacam ini tetap dapat memengaruhi pola hujan, arah angin, dan bahkan stabilitas atmosfer di wilayah sekitar.
BMKG Terus Melakukan Pemantauan Ketat
Hingga saat ini, BMKG memastikan bahwa pihaknya masih melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan Ex-Siklon Tropis SENYAR. Setiap perubahan arah gerak, intensitas, ataupun interaksi sistem dengan kondisi atmosfer di sekitarnya akan terus diperbarui melalui kanal informasi resmi. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang. Tetapi tetap mengikuti perkembangan cuaca harian terutama bagi yang berada di wilayah pesisir dan daerah rawan banjir.
Pihak BMKG menegaskan bahwa kategori potensi untuk SENYAR tumbuh kembali menjadi siklon tropis berada pada tingkat RENDAH. Namun demikian, dampak tidak langsung berupa hujan lebat, angin kencang, hingga potensi banjir rob masih bisa terjadi bergantung pada kondisi atmosfer lokal.
Cuaca Tropis yang Dinamis dan Pentingnya Kewaspadaan
Fenomena Ex-Siklon Tropis SENYAR mengingatkan bahwa wilayah tropis seperti Indonesia memiliki dinamika cuaca yang kompleks dan selalu berubah. Meskipun sistem ini tidak lagi memiliki kekuatan seperti saat masih menjadi siklon aktif, sisa-sisa energinya tetap mampu membawa perubahan signifikan bagi cuaca di wilayah sekitarnya.
Dengan keterbukaan informasi dan pemantauan yang ketat, masyarakat kini dapat mengambil langkah antisipasi lebih dini. Terutama pada kondisi cuaca ekstrem yang dapat berpengaruh terhadap aktivitas harian, transportasi, maupun sektor ekonomi lainnya.