Tren Pariwisata Sumatera Utara November 2025: Kunjungan Wisman Turun, Okupansi Hotel Justru Naik?

Sumut Info. Medan, Sumatera utara. Kabar terbaru datang dari industri pariwisata Sumatera Utara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara yang dirilis pada 5 Januari 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumatera Utara pada bulan November 2025 tercatat sebanyak 20.987 kunjungan.

Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 15,45 persen jika dibandingkan dengan bulan Oktober 2025 yang mencapai 24.822 kunjungan. Meski terlihat lesu di penghujung tahun, performa tahunan pariwisata Sumut sebenarnya menunjukkan sinyal positif yang kuat.

Analisis Fenomena: Mengapa Kunjungan Menurun?

Penurunan kunjungan di bulan November sebenarnya merupakan fenomena musiman (seasonal trend) yang lumrah terjadi dalam industri pariwisata. November sering dianggap sebagai low season sebelum memasuki puncak liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di bulan Desember.

Menariknya, penurunan di Sumatera Utara ini berjalan selaras dengan tren nasional, di mana kunjungan wisman ke Indonesia secara keseluruhan juga turun 7,36 persen pada periode yang sama. Namun, jika kita melihat gambaran besar (Januari–November 2025), jumlah wisman ke Sumut sebenarnya melonjak 17,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024, yakni dari 229.013 menjadi 268.939 kunjungan.

Performa Hotel: Tamu Lebih Sedikit, Tapi Kamar Lebih Terisi?

Ada anomali menarik pada data perhotelan. Meskipun jumlah wisman turun, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sumatera Utara justru naik menjadi 42,62 persen dari sebelumnya 40,70 persen di bulan Oktober.

Beberapa poin penting terkait akomodasi pada November 2025:

  • Kenaikan Okupansi: TPK naik 1,92 persen poin.
  • Hotel Mewah Mendominasi: Hotel bintang 5 mencatat okupansi tertinggi sebe sar 60,10 persen.
  • Durasi Menginap: Rata-rata lama menginap tamu (asing dan domestik) naik tipis menjadi 1,32 malam.

Fenomena ini mengindikasikan bahwa pergerakan wisatawan domestik tetap kuat, mengompensasi penurunan jumlah wisatawan mancanegara.


Analisis Dasar: Apa Artinya Bagi Ekonomi Sumut?

Data ini menunjukkan bahwa Sumatera Utara masih sangat bergantung pada pasar Malaysia, yang menyumbang 54,75 persen dari total wisman. Ketergantungan yang tinggi ini membuat angka kunjungan sangat sensitif terhadap perubahan kebijakan atau tren di negara tetangga.

Di sisi lain, kenaikan TPK hotel menunjukkan daya beli masyarakat lokal atau wisatawan antar-provinsi di Indonesia masih terjaga, yang menjadi “penyelamat” bagi pengusaha hotel saat kunjungan asing melandai.

Apa yang Harus Kita Lakukan sebagai Pembaca?

Sebagai masyarakat, pelaku usaha, atau calon pelancong, berikut adalah beberapa langkah bijak yang bisa diambil:

Waspadai Tren Musiman: Bagi Anda yang merencanakan liburan dengan biaya lebih hemat, bulan November (masa low season) adalah waktu terbaik untuk mendapatkan harga hotel yang lebih kompetitif sebelum lonjakan harga di bulan Desember.

Dukung Wisata Lokal: Kenaikan okupansi hotel di tengah turunnya wisman adalah bukti peran penting kita sebagai wisatawan domestik. Teruslah mengeksplorasi destinasi lokal di Sumut untuk menjaga ekosistem ekonomi daerah tetap stabil.

Optimalkan Layanan (Bagi Pelaku Usaha): Karena durasi menginap masih tergolong singkat (1,32 malam), pelaku industri perlu menciptakan paket wisata atau aktivitas tambahan agar turis betah tinggal lebih lama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *