Tingkat Kemiskinan di Kota Medan Turun Menjadi 7,25 Persen pada Tahun 2025

Garis kemiskinan pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp 721.547,- per kapita per bulan

Sumut Info – Medan – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Medan merilis data terbaru mengenai kondisi kemiskinan di ibukota Provinsi Sumatera Utara. Dalam laporan resmi yang dipublikasikan pada 1 Oktober 2025, tercatat bahwa jumlah penduduk miskin di Kota Medan mencapai 7,25 persen dari total populasi. Angka ini menurun sebesar 0,69 poin dibandingkan dengan tahun 2024, ketika persentase penduduk miskin masih berada di level 7,94 persen.

Penurunan tersebut menjadi catatan penting bagi perkembangan sosial ekonomi Kota Medan. Data ini menunjukkan adanya tren perbaikan dalam upaya pengentasan kemiskinan, meskipun tantangan besar masih membayangi, terutama dengan meningkatnya garis kemiskinan.

Menurut rilis resmi BPS Kota Medan, garis kemiskinan pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp 721.547,- per kapita per bulan. Hal ini naik dari tahun sebelumnya yang berada pada angka Rp 695.295,- per kapita per bulan. Kenaikan garis kemiskinan ini menunjukkan adanya perubahan kebutuhan dasar masyarakat. Baik dalam aspek pangan maupun non-pangan, yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Kepala BPS Kota Medan dalam keterangannya menjelaskan bahwa penurunan tingkat kemiskinan ini tidak bisa dilepaskan dari beberapa faktor penting. Di antaranya meningkatnya akses masyarakat terhadap lapangan kerja, stabilitas harga bahan pokok, serta berbagai program intervensi pemerintah daerah dan pusat dalam bentuk bantuan sosial serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kenaikan garis kemiskinan harus menjadi perhatian serius. Karena meski jumlah penduduk miskin berkurang, standar kebutuhan hidup minimum juga semakin tinggi.

Jika ditarik lebih jauh, fenomena ini menggambarkan adanya perbaikan pada daya beli sebagian besar masyarakat Kota Medan. Penduduk yang sebelumnya berada tepat di bawah garis kemiskinan, kini banyak yang berhasil melewati batas tersebut. Namun, dengan naiknya garis kemiskinan, potensi kerentanan ekonomi masih tetap ada, terutama bagi keluarga yang berada di sekitar ambang batas.

Apa kata Analis Ekonomi?

Beberapa analis ekonomi menilai bahwa penurunan tingkat kemiskinan ini tidak terlepas dari geliat perekonomian Kota Medan yang terus berkembang. Sebagai pusat perdagangan dan jasa di Sumatera Utara, Medan mengalami peningkatan aktivitas sektor informal dan UMK. Hal ini baik karena memberi kontribusi signifikan pada penyerapan tenaga kerja. Selain itu, program bantuan sosial yang lebih terarah dinilai cukup efektif dalam menjaga konsumsi rumah tangga miskin.

Namun, BPS juga mengingatkan bahwa angka kemiskinan bukanlah satu-satunya indikator kesejahteraan masyarakat. Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya fokus pada menurunkan persentase kemiskinan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga akses terhadap infrastruktur dasar.

Lebih lanjut, tantangan ke depan adalah bagaimana memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Medan benar-benar inklusif, sehingga masyarakat berpenghasilan rendah bisa merasakan manfaatnya secara nyata. Kenaikan garis kemiskinan dari Rp 695 ribu menjadi Rp 721 ribu per kapita per bulan menunjukkan bahwa kebutuhan hidup minimum terus meningkat, sehingga strategi pengentasan kemiskinan tidak hanya soal menambah pendapatan, tetapi juga menjaga stabilitas harga dan meningkatkan produktivitas masyarakat.

Secara keseluruhan, data terbaru ini memberikan gambaran bahwa meskipun ada kemajuan, pekerjaan rumah dalam mengatasi kemiskinan tetap besar. Penurunan persentase kemiskinan memang patut diapresiasi, tetapi kenaikan garis kemiskinan juga menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah harus lebih kreatif dan inovatif dalam merancang kebijakan sosial ekonomi ke depan.

Dengan perkembangan ini, masyarakat Medan tentu berharap agar tren positif penurunan kemiskinan terus berlanjut, disertai dengan meningkatnya kualitas hidup warga kota. Jika konsistensi pembangunan ekonomi bisa dijaga, bukan tidak mungkin angka kemiskinan di Kota Medan akan semakin menurun pada tahun-tahun mendatang.


Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Medan. Penduduk Miskin Kota Medan Tahun 2025 Sebesar 7,25 Persen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *