Kinerja Perdagangan Luar Negeri November Sumatera Utara: Surplus di Tengah Tantangan Global

Sumut Info. Medan, Sumatera utara. Provinsi Sumatera Utara terus menunjukkan taringnya di pasar internasional. Berdasarkan data BPS, neraca perdagangan Sumatera Utara pada November 2025 kembali mencatatkan surplus sebesar US$501,42 juta. Angka ini menjadi angin segar bagi stabilitas ekonomi regional di penghujung tahun.

Lemak dan Minyak Nabati Masih Jadi “Primadona” Ekspor

Secara bulanan (M-to-M) nilai ekspor November 2025 mengalami penurunan sebesar 24,61% dibandingkan Oktober 2025. Namun secara kumulatif (Januari–November 2025) kinerja ekspor Sumatera Utara naik signifikan sebesar 15,76% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Lonjakan ini didorong kuat oleh golongan lemak dan minyak hewan/nabati (termasuk CPO) yang naik sebesar US$1.042,71 juta atau tumbuh 27,77%. Di sisi lain, Tiongkok tetap menjadi mitra dagang nomor satu dengan nilai ekspor mencapai US$1.957,91 juta, disusul oleh Amerika Serikat dan India.

Analisis Dasar: Mengapa Ini Terjadi?

Fenomena surplus ini menunjukkan bahwa produk industri pengolahan Sumatera Utara memiliki daya saing yang kuat di pasar global. Namun, penurunan ekspor pada sektor ikan dan udang sebesar 7,55% perlu menjadi catatan bagi para pelaku usaha di sektor perikanan.

Dari sisi impor, terjadi penurunan sebesar 5,23% pada periode Januari–November 2025. Hal yang menarik adalah kenaikan tajam pada impor barang modal sebesar 17,80%, yang mengindikasikan bahwa perusahaan-perusahaan di Sumatera Utara sedang melakukan ekspansi atau peningkatan kapasitas produksi melalui pembelian mesin-mesin baru.

Apa yang Harus Kita Lakukan?

Sebagai pembaca dan warga masyarakat, data ini bukan sekadar angka, melainkan panduan untuk mengambil langkah:

  1. Dukung Produk Lokal Berorientasi Ekspor: Memahami bahwa sektor industri menyumbang 93,40% ekspor Sumut. Kita perlu mendukung keberlanjutan industri lokal agar terus mampu bersaing di mancanegara.
  2. Cermati Peluang Pasar: Bagi pelaku UMKM, data mengenai komoditas yang sedang naik daun (seperti minyak nabati dan produk kimia) bisa menjadi inspirasi untuk masuk ke rantai pasok industri tersebut.
  3. Waspadai Fluktuasi Global: Penurunan ekspor ke negara tertentu seperti Rusia (turun US$61,97 juta) mengingatkan kita bahwa kondisi geopolitik sangat memengaruhi dompet daerah kita. Diversifikasi pasar tujuan ekspor menjadi kunci penting bagi masa depan ekonomi Sumatera Utara.

Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, surplus perdagangan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di Sumatera Utara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *